Saya adalah wanita biasa yang mempunyai impian besar,,entah bagaimana cara saya menggapainya..hanya cukup berusaha, berdoa dan percaya kepada Allah,,,it will be come true......^_^..Gomawoo

Rabu, 18 November 2015

ISU ISU ETIKA DAN SOSIAL DALAM PERUSAHAAN DIGITAL



ISU ISU ETIKA DAN SOSIAL
 DALAM PERUSAHAAN DIGITAL


disusun oleh :

Agus Susetyo                          13 DMS 3984                         
Ari Susanto                                      13 DMS 3993
Hariyanto                                13 DMS 3985
Puspita Gananingrum             13 DMS 3982
Regina Dirgantari                    13.22.1483                        



SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE ) DHARMAPUTRA SEMARANG
2015



















DAFTAR ISI





BAB  I PENDAHULUAN

1.1                 Latar Belakang                                                                                          2

1.2                 Rumusan Masalah                                                                                     2

1.3                 Tujuan                                                                                                       3

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Memahami Isu-Isu Etika dan Sosial yang Terkait dengan Sistem                   4

2.2  Tren-tren teknologi yang mengangkat isu-isu etika.                                        5

2.3 Etika pada Masyarakat Informasi                                                                    6                                                                     
2.4                 Dimensi-dimensi Moral dari Sistem Informasi                                         9
                                         
2.4.1                 Hak informasi: Privasi Dan Kebebasan di  Era Internet                9
2.4.2                 Hak Kekayaan: Kekayaan Intelektual                                                        11
2.4.3                 Kualitas Sistem: Kualitas Data Dan Kesalahan Sistem                  13
2.4.4                 Kualitas hidup: keadilan, akses, dan batasan                                               13
2.4.5                 Akuntabilitas, Pertanggungjawaban secara Hukum, dan Kontrol 15

BAB III. PENUTUP
            3.1 Kesimpulan                                                                                              16


DAFTAR PUSTAKA                                                                                              18




BAB I

PENDAHULUAN



1.1  LATAR BELAKANG

            Pada masa sekarang ini manusia berada pada era informasi, hal itu berarti bahwa informasi sudah menyentuh seluruh segi kehidupan dan  penghidupan, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, dan tingkat organisasi. Begitu banyak sekali manfaat adanya sistem informasi melalui teknologi-teknologi canggih seperti saat ini , tapi banyak juga dampak negatif untuk masyarakat. Sistem informasi meninbulkan pertanyaan etika yang baru baik individu maupun masyarakat karena sistem informasi menciptakan kesempatan untuk perubahan sosial yang besar dan juga membayakan distribusi kekuatan, uang, dan kewajiban yang ada. Seperti teknologi (mesin uap, listrik, telepon, dan radioa, teknologi informasi dapat digunakan untuk kemajuan sosial).Sistem informatika management (SIM) adalah satu dari  lima subsistem utama CBIS tujuaanya adalah memenuhi kebutuhan informasi semua menejen dalam perusahaan .
            Salah satu kewajiban sistem informasi menejemen adalah membuat keputusan terbuka yang merupakan refleksi dari pemahaman isu-isu bisnis di sekitar pemanfaatan sistem informatika.Pada makalah ini akan di bahas apa saja isu-isu etika,sosial, dan politik dalam perusahaan yang disebabkan oleh sistem informasi .
1.2   RUMUSAN MASALAH
1)      Bagaiman analisis hubungan antara isu etika, isu social dan isu politik dalam masyarakat yang hidup di era kemajuan teknologi informasi ?
2)      Apa pengaruh atau dampak berkembangnya teknologi informasi dengan kehidupan masyarakat sekarang ini ?
3)      Bagaimanakah dasar – dasar , prinsip maupun aturan yang ada dan berlaku di dalam kehidupan masyarakat informasi ?

1.3  TUJUAN
1)      Mengajak mahasiswa untuk menganalisis hubungan antara isu etika , isu social dan isu politik dalam masyarakat yang hidup di era kemajuan teknologi informasi.
2)      Untuk mengetahui pengaruh atau dampak berkembangnya teknologi informasi dengan kehidupan masyarakat sekarang ini.
3)      Untuk mengetahui akan dasar – dasar , prinisp maupun aturan yang ada dan berlaku di dalam kehidupan masyarakat informasi.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Memahami Isu-Isu Etika dan Sosial yang Terkait dengan Sistem

Teknologi dapat membawa perubahan yang cukup besar yang menciptakan isu-isu sosial yang harus diselesaikan masyarakat. meningkatkan kemampuan jaringan teknolog informasi internet, yang memiliki kapasitas penyimpanan dan dapat memperluas jangkauan seperti individu dan organisasi dalam bertindak.
Sistem informasi secara online menimbulkan tantangan-tantangan baru yang menciptakan dilema etika, dimana bisa menciptakan akuntabalitas ( pertanggung jawaban) atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standar untuk kualitas sistem pengaman yang melindungi keamana individu dan masyarakat serta melindungi nilai sosial dan etika yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam masyarakat informasi.
Etika adalah prinsip-prinsip mengenai kebenaran dan kekeliruan yang bisa digunakan individu, bertindak sebagai agen-agen moral bebas, untuk membuat pilihan-pilihan untuk menuntun perilakunya.
 Teknologi informasi dan sistem informasi mengankat masalah-masalah etika baik untuk individu maupun masyarakat karena menciptakan peluang-peluang untuk perubahaan sosial yang intens, sehingga mengancam kekuatan distribusi yang ada, uang, hak-hak dan kewajiban-kewajiban.
zz.jpg
Gambar 1.1 Relasi antara isu-isu etika, social, dan politik dalam masyarakat informasi       
  Permasalahan etika dalam sistem informasi telah memberikan desakan baru dengan semakin maraknya penggunaan internet dan perdagangan elektronik. Permasalahn etika yang mendesak lainnya yang disebabkan oleh sistem informasi adalah untuk menciptakan akuntabilitas atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standart untuk kualitas sistem pengamanan yang melindungi keamanan individu dan masyarakat, dan melindungi nilai dan institusi yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam masyarakat informasi.
            Model pemikiran tentang isu etika, sosial, dan politis. Pengenalan teknologi informasi yang baru memiliki dampak seperti gelombang, menimbulkan isu etika, sosial, dan politis baru yang harus ditangani individu, sosial, dan politis. Model yang digunakan untk mengambarkan dinamika tersebut juga bermanfaat untuk mengidentifikasi dimensi moral yang utama dari teknologi informasi, yang saling melintasi berbagai tingkatan tindakan individu, sosial, dan politis.
            Isu etika, sosial, dan politis saling terkait erat. Dilema etika yang mungkin di hadapi oleh seorang manajer sistem informasi biasanya tercermin dalam perdebatan sosial dan politik, pengenalan teknologi informasi yang baru memiliki dampak yang seperti gelombang, menimbulkan isu etika, sosial, dan politis baru yang harus ditangani ditingkat individu, sosial dan politis. Satu cara untuk mempelajari relasi ini ditunjukkan pada gambar 1.1 .

 2.2  Tren-tren teknologi yang mengangkat isu-isu etika.
 Isu etika telah lama ada sebelum teknologi informasi ada. Meski demikian teknologi informasi telah meningkatkan perhatian etika, mempersulit tatanan sosial yang ada, dan membuat beberapa undang-undang menjadi usang atau bahkan timpang.
Tren
Dampak
Kekuatan komputasi berlipat ganda
tiap 18 Bulan
semakin banyak organisasi bergantung panda sistem komputer untuk menjalankan operasi-operasi yang penting

Biaya atau ongkos menyimpana data menurun secara drastis
organisasi bisa dengan mudah membangun dan memelihara database individu secara lebih rinci
Kemajuan - Kemajuan Analisis Data
perusahaan bisa menganalisis sejumlah besar data secara cepat dan membuat profil individu terinci
Kemajuan-Kemajuan Pada Internet
Jaringan semakin mudah menyalin dan mengakses data personil dari satu lokasi ke lokasi lainnya
Dampak pertumbuhan perangkat telepon genggam
Ponsel seseorang mungkin sedang disadap tanpa sepengatahuan pemiliknya.











Table 1.2 tren teknologi yang mengangkat isu-isu etika

2.3 Etika pada Masyarakat Informasi

Etika adalah suatu masalah bagi manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih. Etika berkaitan dengan pilihan individu: sewaktu berhadapan dengan beragam alternative tindakan, apa yang menjadi pilihan moral yang benar? Apa saja fitur-fitur utama dari “pilihan etis”? Berikut merupakan ciri-ciri daripada etika dalam sistem informasi manajemen, antara lain:

1)                     Konsep-konsep dasar
Beberapa konsep – konsep dasar dalam etika pada mayarakat Informasi :  tanggung jawab, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban secara hukum Pilihan etika adalah keputusan yang dibuat oleh setiap orang yang akan bertanggung jawab untuk setiap konsekuensi yang timbul dari tindakannya, yaitu :

·                        Responsibility (tanggung jawab) : penerimaan segala bentuk biaya, tugas, dan keharusan dari keputusan yang diambil oleh seseorang.

·         Accountability (akuntabilitas) : mekanisme untuk menilai kewajiban dari keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan.

·         Liability (pertanggungjawaban secara hukum) : kehadiran hukum yang mengizinkan individu dipulihkan dari kerugian yang dialaminya yang disebabkan oleh pelaku lain, sistem atau organisasi.
·         Due process (proses hak) : proses pengenalan dan pemahaman hukum dan kesanggupan mengarah ke otoritas yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa hukum diterapkan dengan benar.

2)                  Prinsip-prinsip etika
Beberapa prinsip etika di beberapa kebudayaan yang bertahan sepanjang sejarah, yaitu :

·         Perlakukan orang lain seperti apa yang kita harapkan maka orang lain akan perlakukan kita sesuai dengan yang kita terapkan (Aturan Emas- Golden Rules).
·          Jika sebuah tindakan tidak baik untuk dilakukan oleh semua orang, tindakan itu tidak baik untuk dilakukan oleh siapapun juga (imperatif Kategoris Immanuel Kant-Immanuel Kant’s Categorical Imperative).
·         Jika sebuah tindakan tidak dapat dilakukan berulang-ulang, tindakan ini tidak tepat untuk diambil (Aturan Perubahan Descartes- Descartes Rules of Change).
·          Ambil tindakan dapat mencapai sebuah nilai yang lebih besar atau luhur (Prinsip Utilitarian-Ultilitarian Principle).
·         Ambil sebuah tindakan yang menghasilkan potensi biaya atau biaya yang paling sedikit (Prinsip Menghindari Risiko-Risk Aversion Principle).
·          Asumsikan bahwa sebenarnya semua obyek nyata dan tidak nyata dimiliki oleh seseorang kecuali jika ada pernyataan khusus lain. (disebut dengan Aturan Etika “tidak ada makan siang gratis”-ethical “no free lunch” rule).

3)                  Aturan-aturan perilaku professional
Beberapa kelompok manusia mengklaim diri mereka profesional, mereka memiliki kewajiban dan hak khusus karena klaim khusus mereka atas pendidikan, kebijaksanaan, dan kehormatan. Kode perilaku profesional disebarluaskan oleh sebuah asosiasi profesional, seperti American Medical association (AMA), American Bar Association (ABA), Association in Information Tecnology Profesionals (AITP), dan association of Computting Machinery (ACM). Kelompo profesional ini memiliki tanggung jawab atas sebagian aturan dari profesi mereka dengan menentukan kualifikasi dan kopetensi yang dibutuhkan. Kode etik adalah janji profesi untuk menata diri mereka sendiri dalam masyarakat.
4)                     Analisi Etika
Ketika dihadapkan pada situasi yng tampaknya memunculkan isu etika, dalam menganalisis masalah. Terdapat lima langkah berikut untuk mengatasinya, antara lain:
·         Identifikasi dan jelaskan faktanya dengan jelas.
·         Definisikan konflik atau dilemanya dan identifikasi nilai- nilai luhur yang terlibat.
·         Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingannya.
·         Identifikasi pilihan yang dapat anda ambil dengan beralasan.
·         Identifiksi potensi konsekuensi dari pilihan Anda
5)                      Dilema Etika
Sistem informasi telah menciptakan dilema etika baru dimana satu kelompok memiliki kepentingan yang berlawanan dengan lainnya. Sebagai contoh, banyak perusahaan telepon besar di Amerika Serikat menggunakan teknologi Informasi untuk mengurangi jumlah karyawan mereka.

2.4                      Dimensi-dimensi Moral dari Sistem Informasi
Pada bagian ini, kita akan lebih mendalami lima dimensi moral dari system informasi. Dalam tiap dimensi kita mengidentifikasi level analisis etika, social, dan politik dan menggunakancontoh-contoh nyata sebagai ilustrasi dari nilai-nilai terkait, pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholder), dan pilihan-pilihan yang diambil.Berikut lima dimensi moral dari system informasi :
2.4.1 HAK INFORMASI: PRIVASI DAN KEBEBASAN DI ERA INTERNET
Privacy adalah hak seseorang untuk tinggal seorang diri, bebas dari pengawasan meupun campur tangan pihak lain ataupun organisasi, termasuk negara. Hak atas privasi juga terdapat di tempat kerja, jutaan karyawan merupakan subjek pengawasan elektronis berteknologi tinggi.
Hak terhadap privasi dilindungi oleh konstitusi di AS, Kanada dan Jerman dengan berbagai cara yang berbeda serta di negara lainnya melalui berbagai undang-undang.
Sebagian besar undang-undang yang mengatur hak-hak privasi di Amerika dan Eropa disusun berdasarkan aturan hidup yang disebut Praktik Informasi yang Adil.
Perlindungan privasi telah ditambahkan pada hukum yang mengatur jasa keuangan dan perlindungan terhadap perawatan dan pemindahan informasi kesehatan seseorang. Setiap institusi keuangan wajib menerangkan kebijakan dan praktik mereka dalam melindungi privasi orang pribadi serta memberikan informasi dan pilihan kepada konsumen apabila terdapat persetujuan pembagian informasi dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi.

Ø  Instruksi Eropa mengenai Perlindungan Data
Di Eropa, perlindungan terhadap privasi lebih ketat daripada di Amerika Serikat. Tidak seperti di AS, negara-negara di Eropa tidak mengizinkan perusahaan untuk menggunakan informasi pribadi milik seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut. Pada 25 Oktober 1998, komisi instruksi Eropa mengenai perlindungan data mulai diberlakukan, memperluas pemberlakuan perlindungan privasi ke seluruh negara-negara Eropa. Petunjuk tersebut mewajibkan setiap perusahaan untuk memberitahu orang yang bersangkutan apabila mereka sedang mengumpulkan informasi tentangnya dan menjelaskan bagaimana data tersebut akan disimpan dan digunakan.
Ø  Tantangan Internet terhadap Privasi
Teknologi internet talah menghadirkan tantangan baru bagi perlindungan privasi seseorang. Informasi yang dikirim pada jaringan luas ini, akan melewati berbagai macam sistem berbeda yang dapat memantau, mengakap dan menyimpan setiap pertukaran informasi yang melewatinya.
Pelacakan web yang telah terjadi pada situs web dan laman web yang telah dikunjungi. Konten online yang sudah diakse seseorang dan item yang telah dibeli seseorang melalui internet. Pengawasan dan pelacakan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pengunjung. Hal tersebut dilakukan bukan hanya oleh situs web perorangan, namun juga jaringan perusahaan periklanan yang dapat melacak perilaku seseorang dalam beraktivitas di dalam dunia maya pada ribuan situs web.
Cookies adalah teks kecil yang tersimpan pada hard disk ketika pengguna mengunjungi suatu situs web. Cookies mengidentifikasi perangkat lunak yang digunakan oleh pengunjung dalam melakukan browsinginternet dan memantau kunjungan pada situs web.

Bagaimana Cookies Mengenali Pengunjung Web :
1.      Server web membaca penjelajah web pengguna dan memastikan sistem operasi, nama penjelajah, nomor versi, alamat internet dsb
2.      Server mentransmisikan sebuah file teks kecil dengan informasi identifikasi pengguna yang disebut cookie, yg diterima dan disimpan oleh penjelajah pengguna di hard drive komputer pengguna
3.      Ketika pengguna kembali ke situs web, server meminta isi cookie yang telah disimpan sebelumnya di komputer pengguna
4.      Server web membaca cookie, mengidentifikasi pengunjung dan mengambil data tentang pengguna.
        2.4.2 HAK KEKAYAAN: KEKAYAAN INTELEKTUAL
Kekayaan Intelektual dianggap sebagai harta tak berwujud yang diciptakan oleh seseorang ataupun organisasi. Teknologi informasi telah mempersulit perlindungan terhadap kekeayaan intelektual dikarenakan informasi yang terkomputerisasi dapat dengan mudah disalin atau disebarluaskan lewat jaringan.
Ø    Rahasia Dagang
Setiap produk hasil karya intelektual-sebuah formula, perangkat, pola atau kompilasi data yang digunakan untuk tujuan bisnis dapat digolongkan sebagai rahasia dagang, dan bukanlah informasi yang dapat diakses secara umum. Perlindungan terhadap rahasia dagang bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya. Umumnya, hukum yang mengatur rahasia perdagangan menjamin monopoli atas ide yang digunakan dalam mengerjakan suatu produk, tetapi monopoli tersebut dapat sangat lemah.
Ø  Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh undang-undang untuk melindungi pencipta karya intelektual dari tindakan duplikasi yang dilakukan oleh pihak lain dengan tujuan apa pun sepanjang hidup pencipta karya tersebut ditambah 70 tahun kematiannya.
Hak cipta memberikan perlindungan terhadap tidakan menyalin keseluruhan isi maupun sebagian isi program. Merusak dan menghilangkan juga merupakan bagian pelanggaran. Kekurangan dari hak cipta adalah ide/pemikiran yang terkandung dalam karya tersebut tidak dilindungi, hanya manifestasi pekerjaannya saja.
Ø  Hak Paten
Hak paten mengizinkan pemiliknya melakukan monopoli eksklusif terhadap ide dibalik penemuan yang diperolehnya selama 20 tahun.
Konsep utama dari undang-undang hak paten adalah orisinalitas, kebaruan, dan penemuan. Badan paten tidak menerima aplikasi untuk pengajuan hak paten untuk perangkat lunak hingga tahun 1981, pengadilan tinggi memutuskan bahwa program komputer dapat menjaid bagian dalam sebuah proses pematenan.
Ø  Tantangan bagi Hak Kekayaan Intelektual
Teknologi informasi terkini, terutama perangkat lunak menimbulkan tantangan-tantangan yang luar biasa terhadap hak kekayaan intelektual, sekaligus menciptakan masalah-masalah etika, sosial, dan politis yang signifikan.
Penyebaran jaringan elektronis termasuk internet, telah mempersulit perlindungan terhadap kekayaan intelektual. Sebelum teknologi jaringan dipakai secara meluas, salinan dari perangkat lunak, buku, artikel majalah, ataupun film harus disimpan ke dalam media fisik.
Internet diciptakan untuk memindahkan informasi secara leluasa ke seluruh dunia, termasuk informasi yang dilindungi dengan hak cipta.

2.4.3.KUALITAS SISTEM: KUALITAS DATA DAN KESALAHAN SISTEM
Ø  Kualitas Data dan Kesalahan Sistem

 Ada tiga sumber prinsip kinerja sistem yang buruk adalah sebagai berikut :

·         Bug dan kesalahan dari peranti lunak .
·          Kegagalan fasilitas atau peranti keras yang disebabkan oleh penyebab alami atau lainnya.
·         Kualitas input data yang buruk

Perdebatan mengenai liabilitas dan akuntabilitas mengenai konsekuensi yang tidak disengaja akibat penggunaan sistem melibatkan dimensi moral yang mandiri, namun saling terkait.
Meskipun celah/kelemahan pada perangkat lunak dan kerusakan pada fasilitas sudah merupakan hal yang lumrah, sejauh ini sumber kegagalan sistem dalam organisasi bisnis adalah kualitas data.
Hanya sedikit perusahaan yang secara rutin menguji kualitas data mereka, namun perusahaan perorangan melaporkan tingkat kesalahan pada data berkisar anatara 0,5 hingga 30 persen.

2.4.4                                KUALITAS HIDUP: KEADILAN, AKSES, DAN BATASAN
a)      Kekuatan yang Memberi Keseimbangan
 Pusat Vs pinggiran Ketakutan di era komputer adalah mainframe komputer yang terpusat yang akan memusatkan kekuatan dikantor-kantor pusat perusahaan dan diibu kota negara, menghasilkan masyarakat Big Brother seperti yang telah dikisahkan di novel George Orwell, 1984.

b)     Perubahan Drastis
 Mengurangi Waktu Respons untuk Persaingan Kompetisi yang didasarkan pada waktu memiliki sisi buruk : perusahaan mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk merepons para pesaing global dan mungkin telah diambang kehancuran.
c)      Ketergantungan dan Kerentanan
 Banyak instansi-instansi pemerintah maupun perusahaan yang bergantung pada sistem informasi, tanpa disadari para pengguna akan bergantung pada sistem informasi padahal sistem informasi yang digunakan sehari-hari itu sangat rentan terganggu.
d)     Kejahatan dan Penyalahgunaan Komputer
Penyalahgunaan komputer (computer abuse) adalah tindakan menggunkan komputer yang mungkin legal tetapi dianggap tidak beretika. Popularitas internet dan e-mail membuat salah satu bentuk penyalahgunaan komputer spamming menjadi masalah besar, baik bagi perusahan maupun individu.
e)      Pekerjaan :
Menghambat Laju Teknologi dan Perekayasaan Ulang Penghapusan Pekerjaan Merekayasa ulang pekerjaan adalah hal umum yang dianggap oleh komunitas sistem informasi sebagai suatu keunggulan utama dari teknologi informasi baru. Lebih sedikit dicatat bahwa merekayasa ulang proses bisnis dapat menyebabkan jutaan manajer tingkat menengah dan pekerja administrasi akan kehilangan pekerjaan.
f)        Resiko Kesehatan :
RSI, CVS, dan TECHNOSTRES Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan yang paling penting adalah cedera stress yang berulang (repetitive stress injury-RSI). RSI terjadi ketika sekelompok otot yang dipaksa melakukan tindakan yang berulang-ulang dan dengan beban yang tinggi. Penyebab dari RSI adalah
keyboard komputer . jenis RSI yang terkait dengan komputer paling umum adalah sindrom carpal turnel (CTS). Yaitu adanya tekanan pada saraf tengah yang melewati pergelangan tangan ,
g)      Tindakan-Tindakan Manajemen:
 Kode etik Perusahaan Sebagai manajer harus secara ketat mengembangkan standar etika khusus sistem informasi untuk masing-masing dimensi moral:
·         Hak-hak informasi dan kewajiban
·         Hak-hak kepemilikan dan kewajiban
·         Pertanggungjawaban dan kendali
·         Kualitas sistem
·         Kualitas hidup

2.4.5            Akuntabilitas, Pertanggungjawaban secara Hukum, dan Kontrol

Bersamaan dengan dikeluarkannya hukum-hukum kepemilikan dan kebebasan pribadi, teknologi informasi baru memberi tantangan atas hukum dan praktik-prakrik social yang ada yang memberi perlindungan kepada individu dan institusi.









BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Permasalahan etika yang disebabkan sistem informasi adalah menciptakan akuntabilitas atas konsekuensi sistem informasi, menetapkan standar dan kualitas sistem pengamanan yang melindungi keamanan individu dan masyarakat yang melindungi nilai dari institusi penting bagi kualitas kehidupan masyarakat. Meskipun sistem komputer telah menjadi sumber efisiensi dan kekayaan, sistem komputer memiliki beberapa dampak yang akan mempengaruhi nilai dari etika para pengguna sistem informasi.
Ada beberapa tren d an dampak pada isu isu teknologi dan  informatika. Etika pada Masyarakat Infromasi diantaranya  ada beberapa hal seperti  konsep-konsep dasar,prinsip-prinsip pada etika , aturan aturan etika ,analisis etika dan dilema etika.
Dimensi moral dalam sistem informasi terdiri dari :
  • HAK INFORMASI: PRIVASI DAN KEBEBASAN DI ERA INTERNET
Ø  Tantangan Internet terhadap Privasi.
  • HAK KEKAYAAN: KEKAYAAN INTELEKTUAL 
Ø  Rahasia Dagang
Ø  Hak Cipta
Ø  Hak Paten
Ø  Tantangan bagi Hak Kekayaan Intelektual
  • KUALITAS SISTEM: KUALITAS DATA DAN KESALAHAN SISTEM
  • KUALITAS HIDUP: KEADILAN, AKSES, DAN BATASAN
  • AKUNTABILITAS, PERTANGGUNGJAWABAN SECARA HUKUM, DAN KONTROL
Ø  Menyeimbangkan Kekuatan
Ø  Kecepatan Perubahan: Berkurangnya Waktu Respons terhadap Persaingan
Ø  Mengelola Batasan (keluarga, pekerjaan dan waktu luang)
Ø  Ketergantungan dan kerentanan
Ø  Kejahatan dan penyalahgunaan komputer
Ø  Ketenagakerjaan
Ø  Kesetaraan dan hak akses
Ø  Resiko kesehatan















DAFTAR PUSTAKA

            http://atchokers.blogspot.co.id/2013/04/isu-isu-etika-dan-sosial-dalam.html
http://chotma---feb09.web.unair.ac.id/artikel_detail-40700-Umum-ISU%20SOSIAL%20DAN%20ETIKA%20DALAM%20SISTEM%20INFORMASI.html
 

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar